Hukum dan Fiqh

Meneladani Manasik Haji dan Umrah Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam

Friday, 01 October 2010 20:30
Print PDF
Penulis : Mubarak bin Mahfudh Bamuallim, Lc
Penerbit  : Pustaka Imam Syafii
Deskripsi : XXIII + 341 halaman B/W

"Haji mabrur, tidak ada balasan yang pantas baginya selain Surga." (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349).

Buku ini membantu siap saja yang ingin mengerjakan ibadah haji dengan benar sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam.

manasikDemikianlah kutipan sabda Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam. Haji seseorang dikatakan mabrur atau maqbul apabila ia melaksanakannya sesuai dengan petunjuk Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam. Pertanyaannya, berapa banyak kaum Muslimin yang telah diberikan kesempatan menunaikan haji mengindahkannya? Mungkinkah kita akan meraih Surga-Nya apabila kita mempraktikkan ibadah ini tanpa memahami hakikatnya? Mengerti tata caranya? Sungguh, tidak sedikit umat Islam yang belum mengetahui hal ini, termasuk mereka yang setiaptahunnya pergi ke Tanah Suci, Makkah al-Mukar-ramah, baik untuk melaksanakan kewajiban agung ini maupun sekadar mengerjakan umrah.

Di dalamnya dijelaskan keutamaan haji dan umrah beserta dalil-dalilnya ; menerangkan tata cara haji Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam berdasarkan riwayat Jabir bin ‘Abdullah; mengutip nasihat dan bimbingan tiga ulama besar abad ke-1415 H, yakni Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz, Muhammad Nashiruddin al-Albani, dan Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin; menjabarkan riwayat-riwayat yang menegaskan keutamaan Madinah an-Nabawiyyah; menyebutkan macam-macam kesabaran dalam ibadah haji dan umrah; mengupas berbagai bid’ah dan kekeliruan seputarhaji dan umrah serta yang kerap terjadi ketika jamaah haji mengunjungi kota Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam dan tidak lupa pula penulis melampirkan pada beberapa halaman terakhir, berbagai do’a dari al-Qur-an dan as-Sunnah guna memudahkan siapa saja yang sedang menunaikan haji, yang ingin mempraktikkannya.

Keistimewaan lain dari buku ini adalah terletak pada bentuknya yang mungil sehingga mudah dibawa ke mana saja.
 

Fatwa-fatwa Terlengkap seputar Terorosme, Jihad & Mengkafirkan Muslim

Friday, 01 October 2010 20:24
Print PDF
Penulis : Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri
Penerbit  : Darulhaq
Deskripsi : xi + 796 hal. (HC)

Tidaklah sifat lemah lembut ada pada sesuatu kecuali niscaya akan meng-hiasinya, dan tidaklah sifat itu dicabut dari sesuatu kecuali niscaya akan memper-buruknya, demikian Rasulullah SAW bersabda. Kelemahlembutan adalah senjata hebat yang harus dimiliki setiap muslim dalam menyeru umat kepada syariat Allah. Sifat lemah lembut inilah yang telah menjadikan Islam bisa diterima di seluruh penjuru bumi.

fatwa-terorisTerorisme sama sekali tidak diajarkan oleh Islam. Tidak satu pun dari kalangan ulama Islam yang berilmu luas, yang dikenal kejujurannya dalam memperjuangkan Islam, mengajarkan cara-cara teror untuk mencapai suatu tujuan. Terorisme dalam berbagai bentuknya; pengeboman, penculikan, sabotase, bom mobil, perusakan, bom bunuh diri, adalah kebatilan dan kezhaliman meski diikrarkan oleh sekelompok orang sebagai jihad. Dengan dalih dan logika apa pengeboman -bukan pada masa perang- bisa dibenarkan? Dan agama mana yang menganggap teror sebagai jihad? Benar, Jihad tetap berlaku sampai hari Kiamat, sebagaimana telah dibakukan oleh ulama-ulama Ahlus Sunnah dalam kitab-kitab akidah mereka. Akan tetapi harus di bawah bendera dan komando amir kaum muslimin yang ditaati, begitu sambungan ungkapan tersebut. Menaati pemimpin adalah prinsip dasar dalam sistem masyarakat Islam. Barang-siapa keluar dari ketaatan terhadap pemimpin, berarti dia telah menanggalkan lehernya dari ikatan Islam. Jihad bukan tindakan perorangan atau kelompok tertentu, bukan pula semangat buta untuk membasmi musuh.

Jihad adalah pilihan terakhir dari sebuah proses Iqamatul Hujjah kepada manusia. Dan itu memiliki syarat-syarat yang harus terpenuhi, di antara-nya al-Istitha'ah (kemampuan). Kebijakan mengenai al-Istitha'ah ini sepe-nuhnya berada di tangan pemimpin. Dalam buku ini pembaca bisa mendalami: Siapa yang pantas dijadikan sebagai ulama. Kewajiban untuk mendengar dan menaati pemimpin. Larangan memberontak kepada para pemimpin. Torisme bukan Jihad. Hakikat Usamah bin Laden dan Aiman azh-Zhawahiri. Kewajiban mengikuti manhaj as-Salaf ash-Shalih.

Selamat membaca!
 

Hadits Arba'in

Larangan Berbuat Dholim

Dari Abu Dzar Al-Ghifari rodhiallohu ‘anhu dari Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda meriwayatkan firman Alloh ‘azza wa jalla, bahwa Dia berfirman, “Wahai hamba-hambaku, sesungguhnya

Read more...
Bersuci adalah Separuh Keimanan

Dari Abu Malik Al-Harits bin Ashim Al-Asy’ari radhiyallaahu ‘anhu, Dia berkata: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Bersuci adalah separuh dari keimanan, ucapan ‘Al

Read more...
Laksanakan Syariat Islam

Dari Abu Abdillah Jabir bin Abdullah Al-Anshori rodhiallohu ‘anhu. Bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam, “Apa pendapatmu bila aku telah sholat lima

Read more...
Istiqomahlah

Dari Abu Amr - ada yang mengatakan Abu Amrah - Sufyan bin Abdillah Ats-Tsaqafi rodhiallohu ‘anhu. Dia berkata, “Wahai Rasulullah, Katakanlah kepadaku suatu perkataan tentang Islam, yang tidak

Read more...
Milikilah Sifat Malu

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al-Anshari Al-Badri rodhiyallohu ‘anhu Dia berkata: Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Sesungguhnya sebagian ajaran yang masih dikenal

Read more...
Mintalah Pertolongan Kepada Alloh

Dari Abul Abbas Abdulloh bin Abbas rodhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Suatu hari aku berada di belakang Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam Lalu beliau bersabda , “Nak, aku akan ajarkan kepad

Read more...